Puisi – Kucing

Matanya bulat
Telinga panjang
Dengan binar kagum mereka berlarian ke sana dan ke mari.
Bermain tanpa mengenal lelah.

Tingkah lakunya yang mengundang gelak tawa,
Benar-benar membuat banyak orang terhibur.
Sebagian besar orang menyayanginya
Memanjakan seperti belahan jiwanya sendiri.

Meski begitu, masih saja ada orang yang membenci mereka.
Tanpa rasa bersalah, mereka menendang, memukul, bahkan menyiksa hewan-hewan malang itu.

Meminta sedikit makanan bukan berarti sebuah kejahatan kan?
Lalu mengapa sikap mereka seperti itu? Seolah-olah kucing malang itu adalah penjahat yang hina.

 

 

karya : faneshaqh

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on"Puisi – Kucing" A few seconds ago

Related Posts

Leave a Reply