“ Bastian ( bastian akmal acturus ) lo liat pacar gua ga?”
“ ga tuh”

“ eh eh lo liat Elang ( Elangga kikinandaro ) ga?”
“ga tau sha”

“eh anw lo liat Elang ga?”
“engga”
“oh yaudah makasih ya”
“ dimana si tu anak, biasanya juga di kantin eh malah ngilang”
Karena sudah lelah mencari pacar nya, Asha ( Anggita asha wijaya ) memutuskan untuk kembali ke kelas melanjutkan belajar nya. Ruang kelas nya yang berdekatan dengan taman pinggir sekolah, dan dia merasa ada yg janggal seperti tawaan seseorang. “siapa yg ke taman situ? Padahal kan taman depan lebih nyaman, samperin sabi lah ya” monolog Asha. Entah itu keputusan yang tepat atau tidak untuk melihat ke taman pinggir sekolahnya. terkejut? Ya benar saja, asha melihat Elang pacar nya yang tengah bergurau ketawa ketiwi bersama putri ( saputri rara sari ) Kakak tiri nya. “wah wah ternyata ada mas pacar dan- mantan nya, haha” memang benar yang di katakan Asha, putri adalah Kakak tiri nya sekaligus mantan Elang pacarnya saat ini. Panas membara di otak dan dada asha. “ngapain lo pegang² tangan pacar gue, gatel lo?” umpat asha. “sha udah sha jangan teriak teriak” tutur Elang. Siapa yang tidak cemburu jika pacarnya bersama cewe lain?. “ kenapa emang nya kalo gua teriak teriak? Biarin aja! Biar siswa yang lain tau, kalo dia itu gatel ke pacar orang” ucap asha dengan intonasi tinggi. Sedang kan putri? Putri hanya tersenyum smirk seperti dia tau Elang bakal membela dirinya di banding membela Asha. “Sha lo jangan egois! Gue juga pengen berduaan ma lo, tapi setiap jam Istirahat lo sering banget belajar di kelas, lo cuman sesekali doang nemenin gua” kata kata kurang ajar itu keluar dari mulut si cowo, elang. Memang iya asha lebih sering memanfaatkan waktu istirahatnya untuk belajar di kelas namun setiap hari dia menemani elang ke kantin, iya walau hanya sebentar, sangat sebentar. Perkataan yg di ucap kan Elang menurut Asha ada benar nya, dia tidak se asik cewek cewek lain, namun asha sebenarnya sangat ingin bermain waktu jam istirahat, yaa tapi situasi tidak mendukungnya. Hatinya terasa sakit, dan kurang sedikit lagi dia menetes kan air matanya. Lebih memilih meninggalkan elang dan putri lalu kembali ke kelas.

“Duhhh mampus gue mapuss, bisa bisa nya ulangan dapet nilai 90.” Asha terus menjambak rambut nya sendiri seperti orang frustasi,yaa mungkin benar. Dia sedang berada di halte bus, kali ini dia memilih pulang menaiki bus, dia masih kesal dengan Elang yang biasanya mengantar dia pulang. Sela beberapa menit bus datang dan sesegera mungkin asha menaiki bus tersebut. Jalanan terlihat sepi hanya satu dua pengendara yang berlalu lalang. Asha terus menatap ke luar jendela dan sesekali melihat kertas ulangan Matematika nya.

“NILAI APA INI 90 ASHA! MAU BIKIN MAMA MALU? MAKANYA BELAJAR, DI LES IN GA TAMBAH PINTAR MALAH MAKIN ANJLOK KAMU!” bentak risma, mama kandung asha.ini hal yang sering terjadi jika nilai asha saat ulangan tidak mendapat 100. Bahkan asha pernah di lempar botol atau pun piring ke wajahnya, di tampar dan di pukuli. “Malu mama punya anak kayak kamu! Kenapa mama ga punya anak kayak putri aja” bentak risma. Sekuat tenaga asha menahan air matanya namun itu gagal, dia menangis, dia berfikir segagal itu kah dia menjadi seorang anak? Seburuk itu? Bahkan saat diri nya menangis belum bisa menyadarkan mama nya jika dia tidak sedang baik baik saja. “Kenapa sih putri putri putri terus, dan semua yang Asha lakuin selalu salah di mata mama dan papah, asha udah berusaha semaximal mungkin,tapi mama papah ga pernah ngeliat atau pun ngehargai kerja keras Asha” Ucap asha frustasi. Satu tamparan melayang di pipi Asha, entah mengapa Asha sudah kebal dengan itu. Asha menghindari mama nya dan langsung masuk ke kamar nya, Asha butuh istirahat, setiap waktu dia terus belajar,bahkan uang jajan bulanan Asha di kasihkan ke putri oleh papah asha.

– Ia bercerita tentang orang yang dia cintai di depan saya yang mencintainya. -jessicagni.

“Sha gua pinjem catetan lo- anjirrr muka lo kenapa,lebam lebam gitu?” ucap bastian terkejut. “ya biasalah” jawab Asha singkat. Sebenarnya bastian ini adalah tempat curhat terbaik asha bahkan sampai ke masalah terbesar nya. Hanya dengan jawaban asha seperti itu bastian sudah mengerti jelas. Lupakan catatan, dia mengajak asha kekantin sebentar untuk menenangkan asha yang hampir menangis mengingat kejadian kemarin. “kemana si elang ha?” tanya bastian sambil meminum es miliknya. Asha hanya mengangkat bahu arti tanda tak tau. “Gua tau kemaren lo ribut ma dia,gegara kakak tiri lo itu kan? Ko bisa si lo suka ma cowo kea gitu sha?” -bastian. “tak banyak yang istimewa tentang elang, tapi lo tau kan? Sebelum putri masuk ke kehidupan nya elang, hubungan gue sama elang baik baik aja” jawab asha “dia tu baik banget suwerrr, dia mau nerima gua yang gila belajar ini, dia nungguin gue sampe ada waktu, tapi sekarang berubah 180°” tambah Asha. Bastian hanya mengeryitkan kening nya, “lo terlalu kecanduan elang sha, sampe lo ga liat kalo gue juga bisa ngebahagia in lo, mungking lebih dari elang” batin Bastian, hanya batin. Mereka berdua kembali menuju kelas,karena bel berbunyi menandakan istirahat telah usai. Saat hendak memasuki kelas asha di sambut oleh sorakan para teman nya di kelas, bukan hanya sorakan namun cacian dan makian, dia tidak paham sangat tidak paham, apakah dia membuat masalah? Sampai akhirnya Putri datang bersama Elang, putri langsung melihatkan foto di ponsel nya yang menggambarkan bastian serta asha yang duduk berdua di kantin tadi, sambil tertawa bersama. Memang tadi mereka sempat bercanda agar mengencerkan suasana. “Dasar lo ya, awal nya gua mau lebih serius ke lo sha, malah lo asik asik an ma ni cowok, jadi kita impas ya” usik elang. Yg di ucapkan elang itu benar dia berniat meminta maaf ke asha dan berjanji akan menjauhi putri tapi dengan apa yang di lihat dia, maka semua yang di rencanakan di hatinya itu di buang dan elang merasa kecewa terhadap asha. “apa apa an? Gua emang tadi sama bastian di kantin tapi gua ma dia cuman temenan ga lebih, gua ga selingkuh Lang!” bela asha pada dirinya sendiri. Seluruh siswa di kelas mencaci asha, hal sepele? Tidaa putri telah menambah nambahkan cerita buruk tentang Asha alias fitnah. Se isi kelas ramai dan gaduh, bastian mulai berdebat dengan Elang. Sampai ketika bu indah wali kelas mereka datang dan mulai mengeluarkan amarahnya. Pelajaran di mulai, asha masih tetap di maki maki teman sebelakang bangku nya walaupun dengan suara yang pelan namun masih dapat di tangkap oleh telinga asha.

– Terlalu nyaman, sampai aku lupa bahwa aku hanyalah pelampiasan saat tokoh utana tak ada. – jessicagni.

Kini teman sekelas Asha menjauhi dirinya, ya walaupun dia jarang bergaul dengan teman temannya, hanya bastian! Yang masih setia mendukung nya. “maafin gua sha gara gara gue, lo jadi di jauhin ma temen temen lo” ucap bastian melas. Asha yang mendengar itu hanya tertawa kecil “ temen? Mereka temen gua emang? Temen asli gue hanya lo bastian, lo yang tau sebenarnya dan lo yang terus support gue” jawab asha sambil memegang bahu bastian. Bastian senang menjadi orang yang di percaya asha. Jam pelajaran ke dua di mulai, namun ada sedikit informasi, bahwa ada siswa/siswi yang akan di terbangkan ke negara lain untuk melakukan kegiatan pertukaran pelajar ‘Amerika’ tujuan nya. Dan siswi yang terpilih itu “Anggita Asha Wijaya” yaps! Itu Asha, dari berbagai siswa/siswi asha mendapat nilai terbaik. Dirinya tampak senang, dan bastian sudah memberikan senyuman dan acungan jempol dari arah tempat duduk nya. “pasti mama sama papah ga bakal marahin aku lagi” ucap asha pelan. Mungkin semesta sedang berpihak kepadanya! “assalamualaikum,mama” panggil asha dari ruang tamu, mama nya datang dengan wajah dingin dan jutek, mungkin masih marah dengan yang kemarin. “ngapain kamu manggil manggil” tanpa menghiraukan pertanyaan mama nya, Asha langsung menyodorkan kertas ke mama nya yang berdiri di depan nya. Seketika wajah mama asha terukir senyuman, dan menatap asha dengan berbunga bunga. “Ini yang mama mau, kau harus persiapkan, jangan malu malu in mama, awas ya kalo buat kesalahan” timbal risma mama asha. Setidak nya Asha dapat melihat senyuman mama nya itu yang di berikan padanya.

Malam telah datang, suara bincang terdengar jelas dari ruang keluarga,ntah apa yang di bicarakan. Asha berniat mengambil air minum di dapur tentu saja melewati ruang keluarga, papah, mama, mama leni, dan putri. Putri tau jika asha melewati mereka langsung saja dia caper ke papah agar asha merasa iri “wahh perjodohan yang baik, ga perlu di jodohin putri juga udah mau kok tunangan sama Elang” ucap putri girang. Asha yang sedang berjalan membawa gelas berisi air minum terkejut dan menjatuhkan gelasnya. “plarrr…” gelas yang asha pegang terjatuh. Dia mematung sejenak sampai- “kenapa kamu kesini? Ga ada yang nyuruh kamu ikutan disini” ucap sinis Leni ( mama kandung putri ). Risma yang malu dengan tingkah anak gadisnya itu langsung mendekati asha dan menampar nya, asha tersadar dari lamunan nya. “ apa? Putri mau di jodohin sama elang? Pah! Papah kan tau aku pacar elang, aku sayang elang pahh aku cinta sama elang” ketus asha, bukan nya di kashiani malah di tampar oleh risma. “kamu kan bisa cari yang lain? Gitu aja repot,atau jangan jangan kamu ga laku ya?” ledek leni dengan ketawa smirk nya. Asha benar benar sakit hati, semua nya yang iya ingin kan selalu di rebut oleh kakak tiri nya, papah dan mama lebih menting in putri ketimbang anak kandung nya sendiri. Asha berlalu dan mengunci diri di kamar nya air mata nya sangat deras dada nya terasa sesak. Dia menelpon bastian dan sepanjang telpon dia terus menangis dan menceritakan walau suara nya tak dapat di dengar jelas oleh bastian.

2 hari kemudian.
Hari ini asha hendak berangkat kesekolah lebih awal karena hari ini dia akan pergi untuk pertukaran pelajar SMA. 05:34 asha keluar dari kamar nya diluar sangat sepii di ruang keluarga juga sepi hanya ada bu siti pembantu rumah asha yang sedang sibuk menyiapkan sarapan. “pagi bi, kok papa mama sama yang lain nya ga turun ke bawah?” tanya asha kepada bi siti. Bi siti heran dengan pertanyaan asha, “apa non ga di kabarin kalo mereka pergi ke luar kota? Maksut nya jalan jalan” jelas bi siti. Asha terkejut bagaimana mungkin mereka pergi tanpa berpamitan kepadanya, dan kenapa harus hari ini? Hari ini ini kan dia akan pergi. Se tidak peduli itu kah kepada ku? Pikir asha. Kenapa harus bersedih? Ini sudah biasa gumam asha dalam hati. Tanpa pilihan lain asha hanya berpamitan ke bi siti untuk berangkat kesekolahnya.

Sampai di sekolah situasi tak berubah, asha masih tetap di kucilkan namun siapa yang peduli. “ouy sha semangat okee!!” teriak bastian dari koridor. Asha tersenyum sayu tetap saja dia merasa sedih dengan keadaan di rumah tadi. “kenapa lagi lo sha? Udah biarin aja si nenek lampir itu sama elang, lagian lo ga bisa ngehalangin kan?” cerocos bastian. “Bukan gitu bas, masa iya hari ini gua pergi tapi keluarga gua pergi jalan jalan ga bilang ke gue lagi, kalo masalah Elang anw gua dah putus sama dia.” Jelas asha sambil memakai jaket cream nya. Bastian yang mendengar kata putus langsung bengong, memang dia mencintai Asha tapi bukan berarti dia senang jika asha putus dengan elang, dia tau asha pasti sedih. “ njerrr keluarga lo haduh mon maap pen gua tonjok Sha” tutur bastian sambil meninju ninju angin. Asha hanya tertawa kecil, melihat kelakuan teman nya ini. “ehm Sha gua mo ngomong” ucap bastian dan sesegera mungkin menghentikan tinjuan nya yang konyol itu. Asha mengangkat alis nya dan- “apa?” tanya Asha. “kalo lo dah putus sama elang, berarti gue boleh ga ngisi hati lo” slebewwwww dengan pede nya bastian mengatakan itu menyiratkan senyum manis nya, bastian tak kalah tampan dengan elang.

“ehmm gimana ya mas bastian???”
“iya deh- boleh” –asha
“lo beneran mau jadi pacar gue sha? Demi apa lo serius?” –bastian
“iya gue mau,serius deh hahah” –Asha

Asha telah berangkat menuju tempat perkumpulan para pertukaran pelajar. Menaiki pesawat, mendapat teman baru.

– Kamu datang di saat kapal ku hampir tenggelam,ku pikir kamu akan menemaniku hingga kedaratan,nyatanya kamu meninggalkan ku dengan ombak yang menghantam. -jessicagni.

SELESAI.

KENAPA AGAK NGE GANTUNG CERITANYA? KARENA AUTHOR DISINI MAU BIKIN PART 2 NYA BESTIE TAPI BEDA JUDUL NAMUN TOKOH NYA SAMA YA VREN, MAKASIH UDAH BACA ILYSM💕💕💕


Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on"Lonely" A few seconds ago
About the author

gomu gomu no –📍

Related Posts

Leave a Reply