MTsN 4 Sidoarjo Jadi Tuan Rumah MGMP MTs Se Kabupaten Mata Pelajaran IPA

MTsN 4 Sidoarjo Jadi Tuan Rumah MGMP MTs Se Kabupaten Mata Pelajaran IPA

MTsN 4 Sidoarjo – Bertempat di ruang pertemuan MTsN 4 Sidoarjo yang berkedudukan di Jalan Raya Tlasih Tulangan Sidoarjo tepat pukul 10.00 WIB telah hadir 30 (tiga puluh) guru MTs pengampuh mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/01).

Sesuai dengan programnya, pertemuan MGMP pada kesempatan kali ini akan membahas Penyusunan RPP sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 5163 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran Pada Madrasah dan Nomor 5164 terkait Petunjuk Teknis Penyusunan RPP Pada Madrasah.

Kuswanto yang bertindak selaku Ketua MGMP IPA menyampaikan di depan peserta MGMP, bahwa pembahasan terkait Juknis Pengembangan Pembelajaran dan Juknis Penyusunan RPP yang akan disampaikan oleh Sri Utami selaku guru mata pelajaran IPA sekaligus melaksanakan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum di MTsN 4 Sidoarjo ini hendaknya diikuti dengan sebaik-baiknya.

Di depan seluruh peserta MGMP, Sri Utami yang diberi kesempatan untuk menyampaikan informasi terkait SK Dirjen Pendis Nomor 5163 dan Nomor 5164 menuturkan bahwa guru harus melakukan inovasi. Dengan satu alasan karena sebagai guru yang tentunya bersentuhan langsung dengan seorang murid jangan sampai ada anggapan dari tahun ke tahun gaya dan metode pembelajaran yang guru sampaikan di depan siswa mengalami Stagnan atau hal yang monoton tetap seperti itu saja. Oleh karena itu guru ke depan harus mau untuk terus menerus melakukan inovasi atau perubahan.

Lebih lanjut selain membahas terkait pengembangan dan penyusunan RPP, bunda dari 3 (tiga) orang putra ini menyinggung sedikit terkait evaluasi atau penilaian hasil belajar. Menurutnya ada tiga aspek dalam melakukan penilaian hasil belajar tersebut yakni aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan.

“Bicara tentang Juknis pengembangan pembelajaran dan penyusunan RPP, sebenarnya telah ditetapkan pada tahun 2018, namun karena minimnya sosialisasi juknis tersebut sampai ke ranah bawah, maka rata-rata juknis tersebut belum dapat diimplementasikan di beberapa madrasah,” terangnya. (NSPA)

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Leave a Reply

//phaurtuh.net/4/3993780